Jumat, 05 Januari 2018

I will miss that place one day#1 😍

Pagi buta seperti biasa aku sudah menunggangi motor bebek merah kesayanganku. Melaju di jalanan aspal yang rusak parah, lubang menganga, genangan air dan lumpur sepanjang jalan.
Sengaja kulaju dengan sangat pelan. Aku ingin menikmati pagi terakhir di tempat ini.

Disisi kanan jalan, sejumlah petani sedang berbaris memasang ancang-ancang dengan padi ditangan. Sementara dipetakan sawah yang lain, seorang petani asyik mengemudikan traktornya untuk membajak sawah.
Dan jauh dibelakang mereka nampak sebuah kubah masjid dan menara menjadi latar belakang.
Masjid itu bernama masjid Rahmatan lil alamin dan menara itu bernama menara Perdamaian.

Sudah hampir satu tahun aku tidak menginjakkan kakiku disana. Aku tertahan dipintu gerbang. Tak kan pernah bisa masuk, mungkin untuk selamanya. Ada yang bilang, gambar wajahku terpampang bersama wajah 115 orang sahabatku. Wajah-wajah yang diharamkan untuk memasuki komplek itu. Alasannya pun tak jelas. Political Issue. Tak pernah aku mendapatkan penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Terlepas dari soal political issue yang memuakkan itu. Aku sekarang merasa hidupku lebih bahagia. Entah mengapa. I feel like a bird, so free to soar above the sky. I can be my self. Aku bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan sisi terbaik dalam diriku. Biarlah political issue itu dibahas, didiskusikan dan entah diapakan oleh orang-orang yang hobby saja. Aku sih lebih memilih memanfaatkan waktu untuk hal yang lebih bermanfaat. Reveal my hidden talent for example.

Akh, tapi, tentu saja, suatu saat aku akan merindukan tempat itu. I will miss that place one day. Udara segar yang bisa kuhirup dengan bebas. Deretan pohon jati. Gedung pembelajaran. Asrama putra dan putri. Dan satu hal yang susah kudapat ditempat lain di seluruh penjuru Indonesia adalah kawasan bebas rokok. Tak sejengkalpun ditanah itu yang bisa dijadikan tempat untuk merokok. Ya, kecuali santri yang nekat curi-curi. Itupun perlu nyali besar dan konsekwensi dikeluarkan dari pondok.

Aku juga akan rindu pada sahabat-sabahatku yang terbelah menjadi dua kubu. Insider and outsider. Jadi teringat politik devide et impera. Bisa jadi kami ini memang diadu domba biar terpecah belah sehingga tidak ada kekuatan. Bak buih dilautan. Banyak, tapi tak ada artinya. Akh, males ngomongin politik.

Aku juga akan rindu pada wajah-wajah polos dan sinar dari binar mata murid-muridku. Lengkap dengan tingkah laku mereka. Karakter yang beragam. Itulah yang membuat hidupku lebih berwarna. My students are my happiness. Doa tulusku untuk kalian semua.

Aku sudah pasti rindu nasi kuning dan nasi uduk menu favorit keluarga di pagi hari. Yang bisa kubeli dengan uang satu lembar bertuliskan dua kosong kosong kosong. Iya, bener. Nasi sebungkus lengkap dengan mie, oreg tempe dan kerupuk plus sambel hanya 2000 Rupiah.

But life goes on. Waktu terus berjalan. Bumi terus berputar.

Dimanapun aku berada, kan kupersembahkan yang terbaik. Just do the best, share goodness and keep shining.

Lands of hopes, 05-01-2018

Miss Mary





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

aku benci angka 3

WOY! Bisa gak kalo aku hapus setiap angka 3 dikalender? Aku benci tanggal 3. Aku benci angka 3. Sering banget jadi juara 3. Ngenes. Uda...