Jumat, 05 Januari 2018

aku benci angka 3

WOY!
Bisa gak kalo aku hapus setiap angka 3 dikalender?
Aku benci tanggal 3.
Aku benci angka 3.

Sering banget jadi juara 3. Ngenes. Udah capek-capek berjuang dari babak penyisihan.
Eh, langkah terjegal karena juara 3.
Gak masuk grand final deh.

Orang ke-3.
Wajib ditimpuk tu!
Sorakin rame-rame, huuuu!
Gak ada kerjaan apa?
Bisanya cuma ngerusak kebahagiaan orang lain.
Gak bisa apa cari kebahagiaan di tempat lain?
Emang kamu bakal tenang, bahagia diatas penderitaan orang lain.
Mikiiir!
kena karma baru tahu rasa loe!

Kesempatan ke-3
biasanya itu tuh kesempatan terakhir.
Gagal memanfaatkannya?
Caw! Dadah Bye Bye.
Sakti banget ya angka 3
Allah aja akan memaafkan semua kesalahan hambanya jika Allah berkenan.
orang yang sudah melakukan 99 kali pembunuhan, diampuni dosanya oleh Allah.

Kah, kamu. Cuma manusia biasa. bukan Tuhan. terpatok oleh angka 3 untuk memaafkan.
Gaya bener!!!

Isteri ke-3.
Ih, amit-amit jabang baby!
Jadi isteri kedua aja ogah.
Apalagi ke-3.
Sorry lah yaw!
Emangnya loe ganteng kayak Andi Law?
Andi Law aja isterinya atu!

Halaaah..
bener-bener ya angka tiga...
ckckckck...



Balada Newbie2

Pernah baca tentang kisah penulis hebat? Proses menuju kesuksesannya?
Proses yang mengharu biru?

Penulis yang gak punya laptop. Penulis yang harus stay berjam-jam di warnet untuk mengetik tulisannya.
Penulis yang sudah sukses minta ampun, tapi masih pake laptop butut yang udah jadul banget.

Akh, Miss pikir cerita semodel gitu hanya berlaku untuk penulis papan atas.

Ternyata, sebagai newbie, penulis pemula,
Miss bisa merasakan dan mempunyai moment wow yang mengharu biru.

Beginilah balada seorang newbie.

Saat dikejar deadline harus setor tulisan. Kayak lagi main sirkus. koproll, backroll, black and blue.
Ngebut tanpa liat sen kanan kiri. Tancaap gaaas!

Yang penting judulnya nulis!
Self editing seperlunya dan sesempetnya

Nulis! Pembaca gak butuh kesempurnaan. haha..

Beginilah balada newbie.

Belum selesai setoran tugas yang satu.
setoran tugas yang lain menunggu.

Black and blue you know!?

Beginilah balada newbie.

Saat dateline untuk setor full paper mendekati jam cinderella.
Adrenalin naik. Jantung berdebar kencang. Aliran darah melesat menuju otak.

eh, tiba-tiba mati lampu.

Alhasil, mengetik di lappy ditemani dua buah lilin.
untunggnya lappy fully charging.
Android juga.

Tanpa android takkan bisa daku hotspot seluler.
Tak ade wifi pun.

Beginilah balada newbie.

indaaah pake banget.
Rasanya lebih indah dari cinta pertama.
Tulisanmu mengalihkan duniaku.

Yah, beginilah balada newbie.
Apapun yang kulalui.
aku tetap hepi

Say YES for new adventures

Say YES for new adventures
-------
by Miss Mary

Rakit yang Romantis

Manusia itu penuh keluh dan kesah.
.
Saat Allah menurunkan hujan. Manusia mengeluh. Basah, becek, kotor, banjir, jemuran susah kering. Repot deh ah!
Saat kemarau panjang melanda. Manusia menggerutu. Ya, Allah. Panas banget, gerah, haus, kulit jadi tambah item, sunburn tau! Susah air, berdebu, bikin sesek nafas. Waah, merana deh.
.
Persis kayak Miss. Miss kan juga manusia. Yah, meskipun sekali kali jadi bidadari tak bersayap (sst, jangan bilang-bilang, ini rahasia)
Miss share curhat bermanfaat ini sekedar buat self reminder ajah.
.
Jadi gini, dulu waktu Miss mau merit. Miss diajak mantan pacar (baca suami) menemui keluarga besarnya di suatu daerah di Banten.
Well, ada sesuatu yang gak bisa Miss lupain. Bukan soal keluarga besarnya yang baik dan ramah. Atau bahasa sunda khas Banten yang bikin kuping Miss langsung merah. Karena saking banyaknya kosa kata ajaib dan dialek khas. Tapi, karena sebuah sungai.
.
Apa specialnya tuh sungai?
.
Sungainya gak spesial, tapi rakit yang ada disungai itu yang very special. Miss sempet bengong. Moment jangkrik gitu deh. Waktu diminta naik rakit itu untuk menyebrang sungai. Secara, Miss kan gak bisa berenang. Gak Phobia sih, Cuma ngeri aja.
.
Rakit dari bambu, lebar 1 meter dan panjang 10 meter kali ada, mengangkut 5 motor dan 10 orang penumpang. Rakitnya ditarik dua orang pemuda, remaja tepatnya. Mereka berpegangan pada tali yang terikat di kedua sisi sungai. Rakit begerak pelan sekali. Air sungai lumayan deras, terlihat dari riak disepanjang sungai. Air sungai mulai menggenangi rakit. Perasaan mau tenggelam deh. Sepatu Miss jadi basah. Air sungai naik sebatas mata kaki. Ya Allah, beneran kayak mau tenggelam.
.
Miss dengan panik menggapai bagian belakang motor untuk berpegangan.
.
“Gak apa apa, gak usah takut” mantan pacar Miss menenangkan.
.
Untung aja rakit itu tidak mengubah pendirian Miss tentang rencana pernikahan kami. Haha...
.
Dimulailah obrolan seputar rakit. Dan Mantan pacar Miss itu dengan sabar dan gaya kocak yang khas menjawab semua pertanyaan Miss yang bertubi-tubi.
.
Ini, rakitnya aman?
Emang kuat Menahan beban sebanyak ini?
Gimana kalo terbalik?
Itu yang narik emang dah professional?
Mereka bisa berenang?
Kalo terjadi apa-apa, siapa yang bakal nolong?
Emang gak ada jalan lain ya?
.
Berdasarkan kuis trivia dan sesi tanya jawab seputar rakit itu, tahulah Miss. Kalo ternyata sudah sejak dulu rakit itu menjadi sarana penghubung antara dua desa. Jauh sebelum mantan pacar Miss dilahirkan. Sempet ada kejadian rakitnya terbalik, motor dan penumpangnya nyemplung ke sungai. Sempet juga rakitnya beberapa kali terbawa hanyut karena aliran sungai yang sangat deras.
.
Jika tidak ingin menggunakan rakit itu. Ada jalan alternatif, memutar puluhan kilo. Dengan kondisi jalan setapak, tanah merah dan batu segede gaban berserakan sepanjang jalan. Apa ini yang disebut desa tertinggal?
.
Koq aneh ya, masih ada desa yang tak tersentuh pembangunan. Masa pemerintahnya gak keidean bikin jembatan? Kan ada tuh iklan di TV ngumpulin sumbangan buat bikin jembatan.
.
Serius deh, bahkan setelah menikah pun Miss harus beberapa kali menyebrang menggunakan jasa rakit itu. Perasaan deg-degan yang sama saat pertama kali naik rakit selalu terulang.
.
Ujung-ujungnya keluh kesah. Sengsara amat ya, takut tenggelem, sepatu basah, belum lagi jalan dari pinggir sungai sampai ke batas perkampungan yang nanjak banget. Lengkaplah penderitaanku.
.
Tapi, apalah daya, mendingan naik rakit, dari pada harus muter di jalan butut. Lama, sakit badan pula.
.
Liburan kemarin Miss dan keluarga pergi berlibur kesana. And you know what? Rakitnya udah gak ada. Diganti dengan jembatan beton yang kokoh. Tidak hanya motor, mobilpun bisa melwatinya.
.
Dan kamu tau apa ekspresi Miss saat itu?
.
Yaah, rakitnya gak ada...
.
Emang aneh Manusia itu ya. Dulu aja ngeluh. Giliran dah gak ada, malah ditanyain, sedikit kecewa. Dan yang lucunya lagi, rakit itu jadi terasa indah banget. Kayak romantis gimana gituh. Haha...
.
Pesan moralnya adalah syukuri aja apa yang kita jalani sekarang. Seseorang atau sesuatu itu terasa biasa saja saat kita bersamanya. Tapi kita akan merasa sangat kehilangan saat seseorang atau sesuatu itu tak lagi bersama kita. Ia menjadi sangat berarti. Makanya tunjukkan rasa sayangmu sebelum terlambat. Jiaah, jadi baper. WOY! Miss lagi ngomongin rakit, bukan yang lain.
.
Oh, satu lagi. Nyebrang sungai pake rakit itu ternyata romantis. Wkwkwk..

Lands of hopes, 05-01-2018

Miss Mary


Join Komunitas!

Jika kau ingin tahu bagaimana dirimu, sifat, dan tabiatmu, lihatlah teman-temanmu. Seperti itulah dirimu

I will miss that place one day#1 😍

Pagi buta seperti biasa aku sudah menunggangi motor bebek merah kesayanganku. Melaju di jalanan aspal yang rusak parah, lubang menganga, genangan air dan lumpur sepanjang jalan.
Sengaja kulaju dengan sangat pelan. Aku ingin menikmati pagi terakhir di tempat ini.

Extraordinary 1

Pagi itu ratusan orang berkumpul di sebuah gerbang pondok pesantren. Memang sudah lumrah, pada waktu-waktu tertentu, gerbang itu akan penuh dengan antrian motor, mobil, dan bus. Orang-orang hilir mudik, sibuk dengan aktivitas masing-masing. Cuaca yang sangat panas, sinar matahari yang menyengat, tak menyurutkan niat mereka untuk menyelesaikan urusannya.

aku benci angka 3

WOY! Bisa gak kalo aku hapus setiap angka 3 dikalender? Aku benci tanggal 3. Aku benci angka 3. Sering banget jadi juara 3. Ngenes. Uda...