![]() |
| Dede Khaira |
Miss suka candain Dede, dengan memanggilnya Dedot. Jelas aja Dede protes. "Bukan Dedot," katanya "Khaira Tsania Ghonia." (Padahal gak pake Ghonia tuh namanya, hehe..)
"Iya deh," jawab Miss sambil senyum jahil, "Dede cantik, pintar, baik, sholeheh."
"Bukan sholeheh," suara cempreng dede bisa jadi resonansi sonar si Whilly- the whale, cius, hehe..
"Sholehah!" kata dede membetulkan. "Sehat, cerdas, ceria!" Sambil lompat-lompat gembira dan bersemangat.
Itulah Dede, anak bungsu Miss. 3y8m.
Dede lebih putih dari kakaknya, Teteh. Banyak yang suka candain mereka. Hitam Putih atau Kopi Susu. Teteh suka cemberut kalo ada yang bilang begitu. 'Koq Teteh item sih, Dede nya putih.'
Miss buru-buru menimpal. "Gak apa-apa ya Teh, yang penting putih hatinya," maksudnya baik, "Teteh juga sama cantiknya kayak Dede," "Kan Dede cantik kayak Teteh."
Baru deh Teteh tersenyum malu-malu.
Miss dah cerita tentang Given Talent yang Miss wariskan ke Teteh di tulisan Miss sebelumnya.
Lain Teteh, lain juga Dede. Kalo teteh mewarisi Kecerdasan bahasa, Dede gak begitu menonjol kemampuan bahasanya. Sama pintarnya, satu level lah dibawah Teteh. Dede cenderung lebih malu-malu kalo urusan bicara dan nyanyi. Tapi, ada satu kelebihan Dede yang bisa Miss tangkap dengan mudah. Yaitu empati. Dede punya empati yang besar. Cenderung lebih care pada orang lain. Meskipun Dede masih balita, Dede bisa menunjukkan kalo dia emang peduli. Menunjukkan dengan cara sederhana tapi tepat dan terkadang jadi moment wow.
Pernah suatu hari Miss beli makanan. Go food. Cuma berdua, Miss and Dede. Tepat setelah membaca doa makan. Dede membagi dua makanannya. "Bu, ini buat Teteh." ucapnya mengejutkan.
"Teteh kan gak ada. Sekolah." kata Miss.
"Buat Teteh," katanya keukeuh
"Ya udah, Ibu bungkus buat Teteh." timpal Miss, "Dede baik banget sih."
Dede cuma senyum dan mulai makan.
"Dede sayang ya sama Teteh?" tanya Miss.
Dede mengangguk.
"Emang sayang sama Teteh?" tanya Miss lagi.
"Sayang Teteh, sayang Ibu, sayang Bapa, sayang semua."
Akh Dede kamu kayaknya cocok jadi psikolog kalo udah besar.
Pernah juga di hari lain. Miss baru nyampe rumah habis pulang ngajar. Dede menyambut Miss dan langsung minta dimandiin. Capcus take a shower deh Dede nya. Selesai ganti baju, Dede minum. Miss gak sadar kalo dia tumpahin air minumnya ke baju. Baju Dede jadi basah. Miss juga gak sadar pasang muka sebel dan sedikit ngomel gara-gara baca chat di WA sebelum ngasih gelas berisi air minum ke Dede. Eh, tiba-tiba Dede meluk sambil nangis. "Maafin Dede ya bu. Baju Dede basah. Ibu marah ya?" kata Dede sambil terisak. "Ya, Allah. Dede. Ibu gak marah sayang. Gak apa-apa bajunya basah. Tinggal diganti. Lain kali kalo minum hati-hati ya." Miss panjang lebar menenangkan.
Akh Dede kamu kayaknya cocok jadi psikolog kalo udah besar.
Banyak moment wow lainnya dari Dede yang menunjukkan kalo dia punya empati yang besar. Sama kayak Mommy and Daddy nya. Miss bisa jadi sahabat yang sangat pengertian, a good listener. My hubby juga orangnya baik banget. My hubby gak segan untuk menolong orang lain yang sedang membutuhkan, meskipun gak kenal or cuma ketemu dijalan. Semoga Miss and My hubby bisa jadi orang tua yang baik. Jadi suri tauladan buat dua bidadari kecil kami. Aamiin.
"Ya Allah, lindungilah anak-anakku dari keburukanku, dan keburukan dirinya."
"Jauhkanlah kami dari api neraka"
"Allahumma azirnaa minannaar"
"Rabbanaa hablanaa minashaalihiin"
Lands of hopes, 26122017
Miss Mary

Tidak ada komentar:
Posting Komentar