Rabu, 03 Januari 2018

Mandiri = Mandi Sendiri 😁

Robbii hablii minashaalihiin...

Sore itu selepas asar, Teteh dan Dede sudah bersiap untuk mengaji. Mereka berpakaian busana muslim. Teteh mengenakan baju muslim warna coklat kombinasi merah dengan motif polkadot plus bergo coklat. Dede memakai baju muslim kesukaannya. Warna kuning motif garis hitam bergambar Marsya and the bear. Kerudungnya pun warna kuning dengan motif yang sama.

Kupandangi mereka dengan senyum merekah. “Udah siap berangkat ngaji?” ucapku, “mandi gak?”
“Mandi dong!” Jawab mereka kompak, “handuknya juga udah Teteh jemur.”
Aku megangkat dua jempolku. Two thumbs up!
“Dede dimandiin Teteh. Wiih, seru! Main Air!” Dede bercerita penuh semangat, matanya yang sipit berbinar.
Mereka menyalamiku, memeluk dan mencium. Sebelum mengucapkan salam dan menghilang dibalik pintu. Masih kudengar mereka ribut mencari sendal. Kuintip dari jendela. Mereka pun akhirnya bergegas menuju tempat mengaji.

Tinggallah aku sendiri. Kuhempaskan badanku yang penat di peraduan.
Ya, Allah. Terima kasih kau telah menghadirkan dua malaikat kecil untukku. Mereka begitu mengerti keadaan ibunya. Seorang working mom. Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang mandiri. Jarang sekali mereka merengek karena ibunya pulang sore, selepas ashar bahkan menjelang maghrib.

Ternyuh dan terharu saat mendapati mereka sudah cantik dan rapi siap mengaji. Bahkan terkadang aku mendapati rumah dalam keadaan kosong. Mereka sudah pergi mengaji sebelum aku sampai.
Teteh dan Dede selalu menjalani hari dengan ceria. Full of spirit. Mungkin karena sifat bawaan dari ibunya. Friendly, cheerfull and talkative. Like mother like daughters.

Kalaupun salah satu dari mereka merengek itu karena sedang dalam keadaan sakit. “Dede mau dipeluk ibu. Ibu jangan ngajar ya,” pinta dede merengek manja.
“Ibu jangan ke sekolah ya, please!”
“Teteh tuh lagi sakit. Teteh pengen ditemenin ibu.”

Terkadang, pernah terbersit penyesalan. Mungkin aku terlalu sibuk. Tapi aku yakin inilah yang terbaik. Skenario terindah yang sudah Allah siapkan untuk kami sekeluarga.

Jadikanlah mereka anak-anak yang sholehah. Jagalah mereka selalu ya Allah. Lindungilah mereka. Aamiin.

Love, kiss, and big hug for Teteh and Dede.

Ibu sayang Teteh and Dede.

Semoga kita bisa berkumpul di Syurga. Aamiin.

Lands of hopes, 03-01-2018


Miss Mary

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

aku benci angka 3

WOY! Bisa gak kalo aku hapus setiap angka 3 dikalender? Aku benci tanggal 3. Aku benci angka 3. Sering banget jadi juara 3. Ngenes. Uda...